W H Y
Sekali lagi akuu hanya manusia...
Kenapa kau permainkan hidupku sedemikian rupa??
Kau binasakan hati dan rasaku
Hingga terhampar dalam jutaan derita
Sesakit yg membelenggu hati
Sederas linangan air mata
* * * * *
Nestapa yg kau torehkan padaku
Sebegitu kejamnya hatimu
Pada manusia yg tdk berdosa ini
Menghunusku, menembus relung2 kalbuku
Mengubur semua senyum dan bahagiA
Harapan dan mimpi, sirna ditelan asa
* * * * *
Ingin kurangkai kata
Sajak ttg suara kalbu
Syahdu yg membahana hidupku
Bukan saja karangan atau cerita
Hanya kelugasan hati
Sebenarnya ingin teriakkk,
Meneriakkan semuanya
Keluh2 dan protes2 tentang kejamnya hidup
Entah hidup ini yg memang kejam
Atau hidup yg begitu kejam padaku
* * * * *
Aku ingin tersenyum, aku ingin tertawa, aq ingin ceria menyambut dunia
Dan Hari2 yg berputar dihidupku
Tp mata ini, hati ini, bs kah menutup kebenaran??
Bisakah mulut ini berkata, dengan lantang. Bahwa...
Aku bahagia???
Atau bisakah aq bertanya
Dapatkah bahagia itu ku genggam???
Mimpi tinggalah mimpi
Harapan tinggal cerita
Hnya bersisa air mata
* * * * *
sebelum senja menelan sejarah sore ini
aku tawarkan dulu secangkir kopi pahit
di meja kerjamu.
biar kau teguk sebagai racun untuk mematikanmu.
sebab kaki yang ku jenjangkan untuk
memangkumu pun sudah lumpuh.
dan kau lelah memapahku menuju cahaya
yang telah kita tanam tempo dulu
jadi aku biarkan langit meneguk awan hari esok
daripada hujan yang merintik seperti peluh
berujar padaku
"selamat tinggal wanita bodoh !"
* * * * *
Hanya sakiiiiitt.....
Yg kian dan kian kurasakan
Tersudut dlm derita hati
Tak terbendung
dalam jutaan lara
Surga yg kutawarkan padamu
Kau hempas tanpa kasih
Kini...
Neraka kau suguhkan padaku
Siksa bathin merajai hariku
Air mata menjadi air wudlu ku
Hati semakin terkoyak dan tenggelam
Dalam asa
* * * * *
Dunia seakan runtuh...
Tiada lagi mimpi dan harapan...
sakitt ini... Teramat sakittt
sampai...
entah bagaimana aku harus melanjutkan hari2 ku setelahnya...
Besok, lusa, bulan2, atau tahun2 berikutnya...
Masih mampukan akuu?
Duhai Tuhanku...
Akuu benar2 merintih atas cobaanmu ini
Maafkan aku Tuhan... Tapiiii....
Aku tk kuasa Tuhan, aku tk sanggup...
Tuhan aku merindukanmu...
Tolong... akhiri derita ini, bahagiakan aku dalam surga-mu
Akuu menantimu Tuhan
* * * * *
sebelum senja menelan sejarah sore ini
aku tawarkan dulu secangkir kopi pahit
di meja kerjamu.
biar kau teguk sebagai racun untuk mematikanmu.
sebab kaki yang ku jenjangkan untuk
memangkumu pun sudah lumpuh.
dan kau lelah memapahku menuju cahaya
yang telah kita tanam tempo dulu
jadi aku biarkan langit meneguk awan hari esok
daripada hujan yang merintik seperti peluh
berujar padaku
"selamat tinggal wanita bodoh !"
* * * * *
Hanya sakiiiiitt.....
Yg kian dan kian kurasakan
Tersudut dlm derita hati
Tak terbendung
dalam jutaan lara
Surga yg kutawarkan padamu
Kau hempas tanpa kasih
Kini...
Neraka kau suguhkan padaku
Siksa bathin merajai hariku
Air mata menjadi air wudlu ku
Hati semakin terkoyak dan tenggelam
Dalam asa
* * * * *
Dunia seakan runtuh...
Tiada lagi mimpi dan harapan...
sakitt ini... Teramat sakittt
sampai...
entah bagaimana aku harus melanjutkan hari2 ku setelahnya...
Besok, lusa, bulan2, atau tahun2 berikutnya...
Masih mampukan akuu?
Duhai Tuhanku...
Akuu benar2 merintih atas cobaanmu ini
Maafkan aku Tuhan... Tapiiii....
Aku tk kuasa Tuhan, aku tk sanggup...
Tuhan aku merindukanmu...
Tolong... akhiri derita ini, bahagiakan aku dalam surga-mu
Akuu menantimu Tuhan
Created By Rahayu Muhaynifah







